arsippenyairmadura.com, 13 Mar 2017
Ternyata Sudah Sangat Malam
ternyata sudah sangat malam
aku bersama waktu
bertukar sepi bertukar mimpi
detik-detik menghantarkan alur menungku
ke segala penjuru, melaju
sedayu daun kering dalam sepoi angin
Wahyaning wahyu tumelung, tulus tan kena tinegor (wirid hidayat jati, R.Ng. Ronggowarsito)
Tampilkan postingan dengan label Puisi-Puisi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi-Puisi Indonesia. Tampilkan semua postingan
Senin, 30 Agustus 2021
Jumat, 20 Agustus 2021
Puisi-Puisi Felix K. Nesi
Koran Tempo, 31 Agu 2014
BISAIN SORE HARI
Lentera belum tumbuh?
Anak dan ibu kejar-kejaran.
Ayah asyik mencumbu ladang.
Unu!
Babi seru sendiri—
Babi-babi suka marah
Babi Belanda lupa kenyang
Sapi sudah di kandang?
BISAIN SORE HARI
Lentera belum tumbuh?
Anak dan ibu kejar-kejaran.
Ayah asyik mencumbu ladang.
Unu!
Babi seru sendiri—
Babi-babi suka marah
Babi Belanda lupa kenyang
Sapi sudah di kandang?
Jumat, 13 Agustus 2021
Puisi-Puisi L.K. Ara
166 NAMAKU
166 namaku
Aku bukan angka
Bukan pepohonan dan rimba
166 namaku
Aku bukan angka
Bukan sungai dan segara
166 namaku
Aku bukan angka
Bukan pepohonan dan rimba
166 namaku
Aku bukan angka
Bukan sungai dan segara
Senin, 09 Agustus 2021
Puisi-Puisi Gus tf
Koran Tempo, 1 Des 2013
1. Sesudah Tahun-tahun
bibir, oh, getir. Mata, oh, luka. Dada, oh—
Tapi tidak, saat kau ambil diam dari gerak.
Getar jadi Susi, Susi jadi kami. “Menari.”
Puisi-Puisi Hasan Aspahani
Koran Tempo, 2 Juni 2013
Tiga Cara Membuat Sajak dengan Dingin yang Kejam dan Hujan yang Parah
1. JANGAN pernah menyatukan dia, dingin yang kejam itu dengan aku, hujan yang parah ini, dalam satu bait, kecuali kalau kau hanya membuat sajak satu bait. Memang, sulitlah memisahkan kami berdua, tapi itulah tantangan menyajakkan kami.
Tiga Cara Membuat Sajak dengan Dingin yang Kejam dan Hujan yang Parah
1. JANGAN pernah menyatukan dia, dingin yang kejam itu dengan aku, hujan yang parah ini, dalam satu bait, kecuali kalau kau hanya membuat sajak satu bait. Memang, sulitlah memisahkan kami berdua, tapi itulah tantangan menyajakkan kami.
Kamis, 29 Juli 2021
Puisi-Puisi Yonathan Rahardjo
jurnalnasional.com
Donat
Sayang
wajah yang selalu mengetuk rangka badan tengahku
wajah yang selalu menyembul dari dasar mataku
adalah wajahmu
tak peduli taburan bintang bercahya di siang
tak ragu menyergap alur-alur nadi yang tlah pecah
Donat
Sayang
wajah yang selalu mengetuk rangka badan tengahku
wajah yang selalu menyembul dari dasar mataku
adalah wajahmu
tak peduli taburan bintang bercahya di siang
tak ragu menyergap alur-alur nadi yang tlah pecah
Rabu, 28 Juli 2021
Puisi-Puisi Tengsoe Tjahjono
PESISIR SAMAS YOGYA
Gusti itu ternyata tenang
agung dan dalam
kasih dan lembah manah
1977
Gusti itu ternyata tenang
agung dan dalam
kasih dan lembah manah
1977
Selasa, 27 Juli 2021
Puisi-Puisi Indrian Koto
Lelaki Sia
betapa malang dirimu
yang tak punya kepandaian apapun
selain mengutuk musim
yang berlarian di sepanjang jalan
betapa malang dirimu
yang tak punya kepandaian apapun
selain mengutuk musim
yang berlarian di sepanjang jalan
Minggu, 25 Juli 2021
Puisi-Puisi Isbedy Stiawan Z.S.
jurnalnasional.com
Tak Kusebut Bunga
tak bisa kusebut ini bunga ketika kau petik tangkainya lalu kau buang
dalam nyala api. kurasakan kini aroma sangit dari wajah kuyup oleh
air mata. juga sedu dan sendu;–masih tinggal sebutir peluru lagi
yang belum kaucabut dari tubuhku–tapi aroma bunga tak sesedap
senyap, bau asap, amis tubuh, anyep wajah-wajah yang menunduk
mengelilingi pembaringan.
Tak Kusebut Bunga
tak bisa kusebut ini bunga ketika kau petik tangkainya lalu kau buang
dalam nyala api. kurasakan kini aroma sangit dari wajah kuyup oleh
air mata. juga sedu dan sendu;–masih tinggal sebutir peluru lagi
yang belum kaucabut dari tubuhku–tapi aroma bunga tak sesedap
senyap, bau asap, amis tubuh, anyep wajah-wajah yang menunduk
mengelilingi pembaringan.
Minggu, 11 Juli 2021
Puisi-Puisi Hudan Nur
suarakarya-online.com
SOLO BALAPAN
– kepada ayahanda raditya putra
kita terpisah di stasiun ini
pemberhentian sejenak sebelum kita pastikan
melanjutkan perjalanan
aku tahu kamu pulang ke kebumen
SOLO BALAPAN
– kepada ayahanda raditya putra
kita terpisah di stasiun ini
pemberhentian sejenak sebelum kita pastikan
melanjutkan perjalanan
aku tahu kamu pulang ke kebumen
Kamis, 08 Juli 2021
Puisi-Puisi Amien Wangsitalaja
Irrational Order
–abdurrahman wahid
seorang syeikh
penggenggam rasionalitas mitologi
terbunuh
oleh mitos politik rasional
–abdurrahman wahid
seorang syeikh
penggenggam rasionalitas mitologi
terbunuh
oleh mitos politik rasional
Rabu, 30 Juni 2021
Puisi-Puisi D. Zawawi Imron
jawapos.com
ODE BUAT GUS DUR
I
Aku tak tahu, kata apa yang pantas kami ucapkan
untuk melepaskan, setelah engkau bulat
menjadi arwah
Setiap daun kering pasti terlepas dari tangkai
bersama takdir Tuhan
Untuk itu kami resapi Al-Ghazali
ODE BUAT GUS DUR
I
Aku tak tahu, kata apa yang pantas kami ucapkan
untuk melepaskan, setelah engkau bulat
menjadi arwah
Setiap daun kering pasti terlepas dari tangkai
bersama takdir Tuhan
Untuk itu kami resapi Al-Ghazali
Jumat, 18 Juni 2021
Puisi-Puisi Wahyu Subuh
RITUS HUJAN
Ada senyummu di langit kotaku
aku lihat wajahmu dalam gayung biasa kuminum
juga ombak di matamu melautkan kota-kota yang beku
Ritus hujan, menitipkan rindu pada kemarau
aku sulut bibirmu sampai terbit bara
Ada senyummu di langit kotaku
aku lihat wajahmu dalam gayung biasa kuminum
juga ombak di matamu melautkan kota-kota yang beku
Ritus hujan, menitipkan rindu pada kemarau
aku sulut bibirmu sampai terbit bara
Selasa, 15 Juni 2021
Puisi-Puisi Rusydi Zamzami
arsippenyairmadura.com, 19 Mar 2017
SEBELAH MATA
Seseorang sedang berdiri di tepi rel, ragu-ragu menunggu dengan sayup gemetar, melapangkan diri di antara derak kaki kereta. Ia bertahun mengukur jalan yang tanpa alamat, tanpa roti, tanpa arak; menghapus namanya dari mata manusia, dari pahit bahasa mereka. Ia senyapkan hatinya di pohonan, tiang listrik, grafiti dan tulisan lusuh di tembok, rumah bordil, gedung sekolah, pertokoan. Ia patahkan niatnya untuk hidup bahagia di masadatang, tersebab cintanya melulu bertepuk sebelah harapan.
SEBELAH MATA
Seseorang sedang berdiri di tepi rel, ragu-ragu menunggu dengan sayup gemetar, melapangkan diri di antara derak kaki kereta. Ia bertahun mengukur jalan yang tanpa alamat, tanpa roti, tanpa arak; menghapus namanya dari mata manusia, dari pahit bahasa mereka. Ia senyapkan hatinya di pohonan, tiang listrik, grafiti dan tulisan lusuh di tembok, rumah bordil, gedung sekolah, pertokoan. Ia patahkan niatnya untuk hidup bahagia di masadatang, tersebab cintanya melulu bertepuk sebelah harapan.
Puisi-Puisi A'yat Khalili
arsippenyairmadura.com, 14 Mar 2017
PEMBISIK MUSIM
setelah langit pudar dengan jejak pulang yang kulewati
membekas tanda dalam gurat telapak yang lamat-lenyap
gemuruh musim masih menantimu sebagai peladang ulung
yang melukis nasib ribuan bibit dari mimpi sunyi. kucium
nafas dan rahasia birahi yang mengaburkan angin
pada pucuk bebunga berkisar kawin di ujung waktu.
PEMBISIK MUSIM
setelah langit pudar dengan jejak pulang yang kulewati
membekas tanda dalam gurat telapak yang lamat-lenyap
gemuruh musim masih menantimu sebagai peladang ulung
yang melukis nasib ribuan bibit dari mimpi sunyi. kucium
nafas dan rahasia birahi yang mengaburkan angin
pada pucuk bebunga berkisar kawin di ujung waktu.
Sabtu, 12 Juni 2021
Puisi-Puisi Maman S. Mahayana
TAK ADA PERANG DI
PALESTINA
Perang adalah pepohonan tumbang
menggugurkan dahan dan batang
membiarkan dedaunan tumpas
melayang diterjang senapan
dan anak-anak dibesarkan dalam dendam
dan perempuan menangis menyimpan tragedi panjang
Perang adalah pepohonan tumbang
menggugurkan dahan dan batang
membiarkan dedaunan tumpas
melayang diterjang senapan
dan anak-anak dibesarkan dalam dendam
dan perempuan menangis menyimpan tragedi panjang
Puisi-Puisi Ahmad Syauqi Sumbawi
Kisah Hujan
pada kisah hujan
kubaca darah mengucur dari tubuh perawan
anyir, bersama nasib yang getir
di altar puja, nyawa mengganti dupa
pada kisah hujan
kubaca darah mengucur dari tubuh perawan
anyir, bersama nasib yang getir
di altar puja, nyawa mengganti dupa
Sabtu, 15 Mei 2021
Puisi-Puisi Badaruddin Amir
MALAM LEBARAN
Kucoba cari bulan di atas kuburan
Yang kutemui suara-suara takbiran
Menggema bersileweran di atas angkasa
Memekikkan kenangan dari masa ke masa
Kucoba cari bulan di atas kuburan
Yang kutemui suara-suara takbiran
Menggema bersileweran di atas angkasa
Memekikkan kenangan dari masa ke masa
Minggu, 02 Mei 2021
Puisi-Puisi Beno Siang Pamungkas
MENANAK BATU
hari-hari memanjang
menjangkau ke tepi jurang
bernama bosan
seperti dedaun kering
disapu angin kemarau
satu persatu kawan-kawanku
berguguran
hari-hari memanjang
menjangkau ke tepi jurang
bernama bosan
seperti dedaun kering
disapu angin kemarau
satu persatu kawan-kawanku
berguguran
Puisi-Puisi Bambang Kempling
Perjalanan Kereta
sebelum sampai tujuan
kereta tak pernah berbalik arah
stasiun demi stasiun ia sapa
gerbong tak pernah kosong
untuk catatkan kisah perjalanan
sebelum sampai tujuan
kereta tak pernah berbalik arah
stasiun demi stasiun ia sapa
gerbong tak pernah kosong
untuk catatkan kisah perjalanan
Langganan:
Postingan (Atom)
A. Mustofa Bisri
A'yat Khalili
Abdul Azis Sukarno
Abdul Aziz Rasjid
Abdul Wachid B.S.
Abi N. Bayan
Abidah El Khalieqy
Acep Syahril
Acep Zamzam Noor
Adi Toha
Adrian Balu
AF Denar Daniar
Afrizal Malna
Agus Manaji
Agus R. Sarjono
Agus R. Subagyo
Agus Sulton
Agus Sunarto
Ahmad Fatoni
Ahmad Kekal Hamdani
Ahmad Maltuf Syamsury
Ahmad Muchlish Amrin
Ahmad Syauqi Sumbawi
Ahmad Yulden Erwin
Ahmad Zaini
Ahmadun Yosi Herfanda
Akhiriyati Sundari
Akhmad Fatoni
Akhmad Muhaimin Azzet
Akhmad Sekhu
Ala Roa
Aldika Restu Pramuli
Alfatihatus Sholihatunnisa
Alfiyan Harfi
Ali Makhmud
Ali Subhan
Amelia Rachman
Amie Williams
Amien Kamil
Amien Wangsitalaja
Aming Aminoedhin
Andry Deblenk
Anggie Melianna
Anis Ceha
Anjrah Lelono Broto
Anna Subekti
Aprinus Salam
Ariandalu S
Arieyoko Ksmb
Arya Winanda
As Adi Muhammad
Asep Sambodja
Atrap S. Munir
Awalludin GD Mualif
Aziz Abdul Gofar
Badaruddin Amir
Bakdi Sumanto
Bambang Darto
Bambang Kempling
Bambang Widiatmoko
Beni Setia
Beno Siang Pamungkas
Bernando J. Sudjibto
Bernard S. Y. Batubara
Binhad Nurrohmat
Budhi Setyawan
Budi Palopo
Bustan Basir Maras
Chairul Abhsar
Chavchay Saifullah
Cut Nanda A.
D. Zaini Ahmad
D. Zawawi Imron
Dadang Afriady
Dadang Ari Murtono
Daisy Priyanti
Daysi Priyanti
Dea Anugrah
Dea Ayu Ragilia
Dedy Tri Riyadi
Deni Jazuli
Denny Mizhar
Deny Tri Aryanti
Desti Fatin Fauziyyah
Dewi Kartika
Dharmadi
Diah Budiana
Diah Hadaning
Dian Hartati
Didik Komaidi
Dimas Arika Mihardja
Djoko Saryono
Dody Kristianto
Dorothea Rosa Herliany
Dwi Pranoto
Dwi Rejeki
Dwi S. Wibowo
Edy Lyrisacra
Effendi Danata
Eimond Esya
Eka Budianta
Eko Hendri Saiful
Eko Nuryono
El Sahra Mahendra
Ellie R. Noer
Elly Trisnawati
Emha Ainun Nadjib
Endang Supriadi
Endang Susanti Rustamadji
Eny Rose
Eppril Wulaningtyas R
Esha Tegar Putra
Esti Nuryani Kasam
Etik Widya
Evi Idawati
Evi Melyati
Evi Sefiani
Evi Sukaesih
Fadhila Ramadhona
Fahmi Faqih
Faizal Syahreza
Fajar Alayubi
Fanny Chotimah
Fatah Anshori
Fatah Yasin Noor
Fati Soewandi
Fatimah Wahyu Sundari
Fauzi Absal
Felix K. Nesi
Fikri MS
Fina Sato
Firman Wally
Fitrah Anugerah
Frischa Aswarini
Gampang Prawoto
Ghaffur Al-Faqqih
Gita Nuari
Gita Pratama
Goenawan Mohamad
Gunawan Maryanto
Gunoto Saparie
Gus tf Sakai
Halimi Zuhdy
Hamdy Salad
Hamid Jabbar
Hari Leo
Haris del Hakim
Hasan Al Banna
Hasan Aspahani
Hasta Indriyana
Helga Worotitjan
Heri Latief
Heri Listianto
Heri Maja Kelana
Herlinatiens
Hudan Hidayat
Hudan Nur
Ibnu Wahyudi
Ikarisma Kusmalina
Ike Ayuwandari
Ilenk Rembulan
Imam S Arizal
Imamuddin SA
Iman Budhi Santosa
Iman Budi Santoso
Imron Tohari
Indah Darmastuti
Indiar Manggara
Indra Tjahyadi
Indrian Koto
Isbedy Stiawan ZS
Iwan Gunadi
Javed Paul Syatha
Jibna Sudiryo
Johan Khoirul Zaman
Johannes Sugianto
Joko Pinurbo
Joko Saputro
Jufri Zaituna
Jusuf AN
Kadek Wara Urwasi
Kadjie Bitheng MM
Kartika Kusworatri
Kedung Darma Romansha
Kika Syafii
Kirana Kejora
Kirdjomuljo
Kurnia Effendi
Kurniawan Junaedhie
Kurniawan Yunianto
Kusprihyanto Namma
Kuswaidi Syafi’ie
L.K. Ara
Lailatul Muniroh
Landung Rusyanto Simatupang
Lela Siti Nurlaila
Liestyo Ambarwati Khohar
Lina Kelana
Linda Sarmili
Linus Suryadi AG
Liza Wahyuninto
Lubis Grafura
Lutfi Mardiansyah
M. Badrus Alwi
M. Faizi
Maghfur Munif
Maghie Oktavia
Mahmud Jauhari Ali
Mahwi Air Tawar
Maman S. Mahayana
Maqhia Nisima
Marcellus Nur Basah
Mardi Luhung
Marhalim Zaini
Mario F. Lawi
Marwanto
Mas Marco Kartodikromo
Mashuri
Mathori A. Elwa
Matroni el-Moezany
Maya Mustika K.
Mega Vristian
Miftahul Abrori
Mohammad Yamin
Muhammad Ali Fakih
Muhammad Rain
Muhammad Yasir
Muhammad Zuriat Fadil
Muntamah Cendani
Mustiar AR
Mustofa W Hasyim
Mutia Sukma
Nadjib Kartapati Z
Nanang Suryadi
Nezar Patria
Ni Made Purnama Sari
Ni Made Purnamasari
Ni Putu Destriani Devi
Noor Sam
Nunung S. Sutrisno
Nur Iswantara
Nur Lodzi Hady
Nur Wahida Idris
Nurel Javissyarqi
Nurul Komariyah
Nyoman Tusthi Eddy
Nyoman Wirata
Pariyo Adi
Pringadi AS
Pringgo HR
Puisi-Puisi Indonesia
Purwadmadi Admadipurwa
Puspita Rose
Putri Sarinande
R. Toto Sugiharto
Rachmat Djoko Pradopo
Raedu Basha
Ragil Suwarno Pragolapati
Rakai Lukman
Rama Prabu
Ramadhan KH
Raudal Tanjung Banua
Remy Sylado
Ribut Wijoto
Rikard Diku
Robin Al Kautsar
Rozi Kembara
Rudi Hartono
Rusydi Zamzami
S Yoga
Sahaya Santayana
Saiful Bakri
Salman Rusydie Anwar
Samsudin Adlawi
Sapardi Djoko Damono
Sartika Dian
Satmoko Budi Santoso
Saut Situmorang
Selendang Sulaiman
Seli Desmiarti
Sigit Sugito
Sihar Ramses Simatupang
Siska Afriani
Sitok Srengenge
Sitor Situmorang
Slamet Rahardjo Rais
Slamet Widodo
Sosiawan Leak
Sreismitha Wungkul
Sri Harjanto Sahid
Sri Jayantini
Sri Setya Rahayu
Sri Wintala Achmad
Suci Ayu Latifah
Sumargono SN
Suminto A. Sayuti
Sunardi KS
Sunlie Thomas Alexander
Sunu Wasono
Suryanto Sastroatmodjo
Sutirman Eka Ardhana
Syifa Aulia
Taufiq Ismail
Taufiq Wr. Hidayat
Teguh Ranusastra Asmara
Teguh Triaton
Tengsoe Tjahjono
Tharie Rietha
Thowaf Zuharon
Timur Sinar Suprabana
Tita Maria Kanita
Tjahjono Widarmanto
Tjahjono Widijanto
TS Pinang
Ulfatin Ch
Umbu landu Paranggi
Unieq Awien
Usman Arrumy
W. Haryanto
W. Herlya Winna
W.S. Rendra
Wahyu Hidayat
Wahyu Subuh
Warih Wisatsana
Wayan Sunarta
Weni Suryandari
Widi Astuti
Wiji Thukul
Winarni R.
Y. Wibowo
Yonathan Rahardjo
Yosi M Giri
Yudhi Herwibowo
Yudhiono Aprianto
Yurnaldi
Yusri Fajar
Yusuf Suharto
Yuswan Taufiq
Yuswinardi
Zaenal Faudin
Zainal Arifin Thoha
Zamroni Allief Billah
Zawawi Se
Zehan Zareez
Zen Hae