Langsung ke konten utama

Puisi-Puisi Raudal Tanjung Banua

http://www.balipost.com/
PETA BARU PELAYARAN


Laut dan teluk
yang kelewat tenang
seperti beku di mataku
Pulau-pulau jadi sehening batu
Kapal-kapal berlayar kaku
Menara dan mercu
jadi semati tugu

Maka aku nyalakan mata penaku
buat menggerakkan laut
dan pulau tanah airku
Kutulis samudera, maka gelombang
menggetarkan karang
Kutulis rempah, kopra dan kapal dagang
pulau-pulau terapung bagai kiambang
kapal-kapal berlari seligat kuda pacuan

Kawan, bila mata penamu
dan seribu mata pena lain
dinyalakan, maka laut
dan teluk akan terbakar
Abad-abad lewat
merentang jalan: berkobar
segala menara dan mercu
Atau sekadar jadi lilin
Tapi kuyakin,
tiap tetesnya jadi peta baru
di panas telapak tanganmu!



KEPADA PELAUT RAGU

Demi waktu, jangan ragu

Busungkan dadamu, supaya tahu:
Perahu yang kuat
dibuat dari kayu
sebusung dada
Pendayung direngkuh
sebusung dada
Layar yang penuh
sebusung dada
Gelombang datang
sebusung dada
Maka demi waktu, di dada pelautmu
berhimpun segala arah dan tuju

Kau nakhodanya:
Di luar, laut-biru-kelabu
Di dalam, laut merah jantungmu
Maut, karang batu yang angkuh
Menunggu tiap yang ragu
Karena itu, busungkan pula
dada-dada karangmu
seret temali, layarkan hidupmu!

Komentar

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi