Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2011

Parade Puisi dari Hong Kong

Puisi-Puisi Menyambut Hari Buruh
http://nasional.kompas.com/

Pekerja Migran Indonesia
Mega Vristian

akulah pekerja migran Indonesia
ya kamilah mereka
yang sekarang kau lecehkan
yang kau pandang dengan penghinaan
karena meleceh dan memicingkan mata
adalah kesanggupanmu terunggul para pejabat negeriku
dunia pun tahu
dan dikenal hanya jago berdalih
hanya pintar munafik
-- budaya mutakhir globalisasi
ujud modernitas
kau bilang
saat kami tak lain dari budaknya

ketika negeri makin merosot kerja jadi fatamorgana
pengangguran di mana-mana silangsiur diantara kepapaan
membiarkan kami jadi korban pembunuhan dan jadi obyek seksual
para pejabat bungkam pandai mereka cuma berhitung
dari segi pembukuan devisa
tapi tak menjumlah duka nestapa kami
membiarkan siksa dan ajal menggoda mencemar harapan
Pikiran pejabat kami hanyalah unsur pantas diabaikan
karna pejabat makin rakus korupsi menghisap darah rakyat

Mari kita cermat berhitung menggantang keindonesiaan
patriotisme dan kemanusiaan
siapa yang khianat
siapa yang kkn
siapa yang…

Puisi-Puisi Gita Nuari

http://www.suarakarya-online.com/
SEBUAH CATATAN

setelah yang ada tiada
aku baru mulai merasakan
betapa hidup
adalah sebuah pergerakan.
seperti angin di kamarmu,
datang mendinginkan dirimu
pergi memanaskan hatimu
meski kau dapat bernyanyi
tapi untuk siapa lagu itu
lelaki yang terpuruk di ujung jalan
barangkali ia penyebab
engkau mengurung diri di antara ada dan tiada
dan kau ingin menjelma jadi sebuah legenda
bagi masa seratus tahun ke depan
untuk dicatat, dilegendakan kembali
sebagai perempuan pendongeng bagi para lelaki hidung belang
dan tanganmu yang berlumpur itu
menggambarkan sebuah peta pikiran yang kusut.
juga cincin di jarimu
yang kau bilang dari lelaki
yang nekat mengikatmu
adalah janji semu
yang mungkin akan terbakar
saat ia terkapar
di atas ranjang milik wanita lainya, mungkin
aku takkan hadir saat engkau merindukan sebuah taman
yang dapat membalut
tubuhmu dari kepungan asap
yang memerihkan mata.
tapi jalanmu telah mati
juga arah yang menuju taman itu
telah tertutup ilalang.
dan kau tak mungkin
menyibaknya d…

Puisi-Puisi Syifa Aulia

http://sastra-indonesia.com/
WAKIL RAKYAT

Selamat menjalankan ibadah puasa Pak SBY…
bapak Presidenku yang gagah dan dikagumi ibu-ibu.

Semoga rasa lapar menjadikan bapak rendah diri
dan ingat mereka yang di kolong jembatan,

pernahkah bapak memikirkan
apa menu mereka buat buka puasa nanti?

Terlintaskah di pikiran bapak akan nasib mereka? Ataukah bapak
menganggap mereka hanya mengotori indahnya Ibu Kota?

Saat bapak shalat tarawih di masjid Istiqlal
adakah bapak mendoakan mereka?…



MALAM

ketika matahari berpulang
pertanda hadirmu

lelaplah di atas tubuh
yang ku serahkan
pada bumi untukmu

hadirmu…

sejenak membuat ruh-ruh
meninggalkan raga
melayang menikam langit petang
merajut mimpi yang ternisbikan

gelapmu…

menandai sang kupu-kupu malam
telah siap mengepakkan sayap
menuju selangkangan
di ujung simpang jalang

indahmu…

selalunya bersambutkan
berjuta bintang
dengan gempita turut menyaksikan
pengaduan atas dosa-dosa termuda

25-07-2010



PERSAMAAN YANG BATU

betapa persamaan itu
mengundang prahara pada
akhirnya

mengaburkan makna dan ar…

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi