Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2010

Puisi-Puisi Ala Roa

http://www.sastra-indonesia.com/
Aku Darah Sajak

aku bukan sajak yang ditatap matamu
dan dibaca bibirmu
aku sajak matamu dan bibirmu
dari darahku sendiri
ini bukan jalanmu
jalanku inilah kebahagiaan
kebahagiaan inilah jalan tuhan
manusia inilah jalanku
sedih luka adalah pengasingan
kebahagiaan yang tak kau punya
kebahagiaan yang menyiksa
pengasingan ke dalam kata ke luar semesta
aku darah sajak
tak akan menetes pada baju dan kain kafan
menetes pada mata dan bibirmu
menetes atas jalan sepanjang jalan
jalan yang mengalirkanku
pada air mata dan basah bibirmu
jika aku ada
aku tak ingin dibaca
aku tak ingin diucapkan
aku ingin mengalir saja menemukan cahaya
pada mata dan bibirmu
pada mata dan bibirku
di antara kelopak layu jiwa-jiwa
jika aku tiada
aku darah sajak
hanya ingin kembali menemui asalusulnya
dalam mata dan bibirmu
dalam mata dan bibirku
sebelum menetes menjadi kata

Yogya, 170408



Rahasia

dunia ada pada jalan segala sunyi
mataku menatap matamu
yang itu hanya pada mataku
yang ada rahasia matamu
seperti mataku menjelma r…

Puisi-Puisi Selendang Sulaiman

http://www.sastra-indonesia.com/
Malam Menggigil Dalam Suaraku

Jauh
Suara-suara itu mengembara
Mengembala cerita kisah usangku
Beranak-pinak

Demak, januari 2010



Bulan Sabit Dari Timur

Hanya butuh lima belas hari
Menjadikan rembulan menjelma purnama
Tetapi tidak dengan bulan sabit dari timur_
Butuh lima belas tahun
Untuk menjadi purnama di ranjang_
Pengantin

Yogyakrta, januari 2010.



Di Ujung Senja

Bayang kembang yang terbang
Menebar perih_duri merintih
Kenangan
Terapung di angan

Yogayakarta, November ‘09



Hujan

Malam meringkuk
Linta tergesa turun ke kali

Yogayakarta, Desember 2008



Padang Rindu Negeri Rantau

Daun-daun gugur bersama reranting;
Kata-kata berloncatan_menjadi rindu

Waktu ke waktu rindu membiru;
Cakrawala bersahaja

Kupilihkan kata dengan berjuta aksara
Rampaung seperti puisi duka_
Rindu tak tertunaikan

Kutulis nama jadi Oase
Tempat istirah hati yang dahaga_
Aku ingin bertahta; disana

Yogyakarta, oktober ‘09



Selembar Puisi Gemetar Dalam Dada

Selendang ini syukriya
Mengikat kenangan waktu;
Bulan-bulan melipat matahar…

Puisi-Puisi Imam S Arizal

http://www.sastra-indonesia.com/
Malam di Perantauan

Ibu,
kau kah yang bernyanyi
di atas gelombang laut
saat malam gigil
dan bulan menjelma perahu?

angin telah lama tertidur
buih-buih semakin memutih
mengingatkanku pada kain kafan
yang dulu kau bisikkan di pemakaman

Ibu,
kalau saja bintang-bintang yang bernyanyi
pada siapakah ia belajar
tembang olle ollang
syair kecintaan para nelayan
pulau garam?

aku berlari
menyusuri lipatan-lipatan pasir
hingga bayang-bayangmu
menjelma pecahan fajar

Ibu,
kuharap engkau
masih menjadi matahari
dalam kembara panjangku

Yogyakarta, 2007-2008



Kupanggil Namamu

kupanggil namamu, mama
saat senja tiba
membawa kabar cinta
dan celoteh para pujangga

di atas gelombang laut yang menyala
camar-camar terbang sempurna
menciumi sisa matahari yang basah
sebelum malam menjadikannya tiada

ini bukanlah jingga pertama
kau dan aku memadu asmara
entahlah
setiap kali kupandangi wajahmu
selalu ada yang berbisik di dadaku
bahwa separuh jiwamu adalah mimpi-pimpiku
dan separuhnya lagi rahasia tuhan
yang mengikat jiwaku
u…

Puisi-Puisi Muhammad Ali Fakih

http://www.sastra-indonesia.com/
Kelahiran

dan mungkin untuk selamanya
waktu mengeras di kabut dingin
sedingin kematian
di dadaku yang hening

waktu yang asing untuk sebuah impian
tapi begitu dekat, begitu menyekap
dan aku mengakrabinya

seperti mengakrabi air mata:
sesuatu yang mungkin tercipta
untuk tanahnya sendiri
tanah yang sepi dan abadi
tanah di dadaku ini

jogja, 2009



Di Luar Jendela

di luar jendela
suara berlagu
di luar waktu
di dasar jiwa

seperti suaraMu
yang mungkin hanya lewat
bertalu-talu
mengetuk pintu yang berkarat

ada tangis, namun tidak air mata
ada iba, tak kunjung terbalas sapa

lalu kamar kotor ini
dan kabut yang memberat di mata
hanya tinggal mimpi
tuhan, tinggal sebak di dada

jogja, 2009-2010



Alienasi

dalam cahaya, adakah kau lihat mimpi itu
dalam kerling mataku

suara, adakah kau mendengarnya
antara diam dan berkata-kata
antara terang dan hitam cuaca

sesuatu tak mungkin terjadi, kekasihku
dalam sepi yang menyendiri
sebab pada ketakpastian
segalanya berasal

jogja, 2009



Dari Lukisan Anak Pantai
–teruntuk anak b…

Puisi-Puisi Alfiyan Harfi

http://www.sastra-indonesia.com
Si Gila Pada Si Penanti

aku tahu kau merindukan
tanganku di atas tidurmu
cintaku di atas hidupmu
dan kau tahu
aku hidup di atas cintamu

cinta telah menguasai kita
bahkan sebelum kita
mampu mengucapkannya,
jiwaku dan jiwamu punya satu sayap
dan cinta kita yang menyatu
mengepakkan sepasang sayap kita
meninggalkan sepasang jasad yang rapuh

kau percaya
cintalah yang membawa kekasihmu
dan kesedihanmu dan kekuatanmu
membuat cinta mempercayaimu–
memilihmu jadi puterinya

di tanganku tersimpan abadi
detak jantung tidurmu
memberiku kekuatan
untuk menggoreskan nama kita
pada tiap benda
bahkan di atas otakku yang gila

bersyukurlah
pada ketidakwarasanku,
ia membawamu kemana aku pergi
untuk menyelamatkan hidupku
sebelum jasadku mengabu
ditelan bumi yang jauh

dan bila kau menemukanku
bersama hidup dan cintaku
tapi tidak bersama warasku
kau duduk bersandar kursi
mengamati dan menjagaku–
mengapa matamu basah
dan tubuhmu berguncang?

2006



Dengan Matahari

pada perjumpaan terakhir
kita bercerita tentang senja
pada …

Puisi-Puisi Ahmad Maltuf Syamsury

http://www.sastra-indonesia.com/
Payudan

tatap wajahku dan jadikan relief di dinding retakmu
aku rindu gerimis tak kunjung hujan pada kemarau
aku rindu pelepah terbang memasuki celah jantungmu

lubang yang aku telanjangi jangan kau sumbat dengan kebisuan
karena aku tidak bisa meraba Jokotole dan Potre Koneng
di pusara Bujuk Lanjang dengan kemenyan tujuh rupa

Bindara Saot akan menangis
akan menjelma kembali pada segumpal daging
akan tiada lagi yang menyapa kita dari rahim ibu

kalau saja kau terkubur bersama waktu

Yogyakarta, 2008

*) Joko Tole, Potre Koneng, Bujuk Lanjang, dan Bindara Saot adalah tokoh dalam dongeng sastra lisan Madura.
**) Payudan adalah goa bersejarah dan menjadi objek wisata di bagian timur pulau Madura.



Warung Tunggu

Di warung tunggu
ku teguk kopi mengental dalam hati
sepekat rindu
ada suara merdu wajah sendu
saat asap rokok membubung tinggi mengejar bayangmu
aku baca sajak
tentang ojek tentang anak kecil pembawa gitar kecil
matanya binar melihat deret bus berhenti di depannya
sepertiku men…

Puisi-Puisi Mahwi Air Tawar

http://www.sastra-indonesia.com/
Menyambut Kelahiran
:Are Timur Daya

Tangis pertamamu di batas hari
Menjadi rahasia
Impian memeram rindu
Dalam denyut jantung
dalam remasan tangan waktu
Beku, namun retih, mungkin pedih
Kelahiran jadi teka-teki di ruas batas
Maut mengabur, waktu bergelayut
Di puncak rindu

Hingga tangis pertamamu pecah
Kurahasiakan tangisku pada rintih pilu bundamu
Pada kilauan cahaya yang memeram rindu
Pada cakrawala yang terbingkai jendela

september 2007-oktober 2009



Riwayat Nyadar

kubaca riwayat siang dan malam, bumi dan bintang
di laut, di atas jukong:
potongan-potongan kisah menitikkan peluh sebelum
kelam menggiring kincir mercusuar dalam deras arus
sebelum jangkar dicebur,
sebelum menetas aroma asin garam,
tak kubiarkan jaring tergerus
tak habis terhempas gelombang

dan ketika angin buncahkan buih,
kubiarkan musim semayam mendekap harap
antara kelengangan pantai sebelum gerhana tumpah
di atas pusara kubur leluhur.
seusai mantra asap dupa menjelaga,
kulabuhkan jukong meski di laut tak kutemukan ap…

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi