Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2009

Puisi-Puisi Beni Setia

http://jurnalnasional.com/
ADZAN SHUBUH

debu dan asap
hiruk-pikuk itu
membubung memenuhi langit

dan dini hari itu
diam-diam Allah
menurunkan embun

ajakan jernih
rindu putih
-- ”pulanglah …” ajak-Nya

23/5. 2008



MEMORABILIA 1

: perlahan-lahan, pada kertas merang,
yang nanti pelan-pelan dipilin: waktu
nyelipkan bubuk mesiu. sulur panjang
memanjang dari jam ke jam, dari hari
ke hari. sampai pada pagi itu, sehabis
mandi, saat mabuk aroma kopi
meledak
-- siapa yang bisa menduga waktu itu

23/5.2008



MEMORABILIA 2

kuburkan penyair itu di tempat jauh
-- teduh atau tak teduh --: di mana
tak seorang yang mengenalinya. selain
”sore itu ia datang terpincang-pincang …”

”tanpa ktp,” kata koran. dan si penyair itu
tersenyum. tenang melepas lelah. terbebas
dari apa-apa yang telah ditulisnya di buku-buku
[-- kuburan penyair tanpa nama itu tak bertanda]

23/5.2008



ZIARAH

sekali waktu setapak dihapus rumput
dan disembunyikan semak-perdu. kau
terlunta-lunta. tak tahu harus bagaimana

burung-burung bercericit tajam, angin
meriapkan daun jambu, m…

Sastra-Indonesia.com

Sajak-Sajak Pertiwi