Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2008

Puisi-Puisi Denny Mizhar

SEBUAH CAFE BUKU

Kantukku tak tertahan dalam perjalanan.
Mataku menuntun ke warung kopi.
Kupesan segelas kopi,
dan kulihat sederetan buku tertumpuk rapi.

Seorang perempuan penjaga berwajah gelisah
menyuguhkan kopi sambil berkata,
“silakan dibaca-baca bukunya, sambil ngopi”.
Kantukku hilang, daya ingin tahuku mengembang.

Mataku berlahan terarah pada sebuah tulisan
“CafĂ© buku”. Beralih pandanganku pada lantai,
tak ada jejak kaki “rupanya jarang pengunjung”
dalam hatiku berkata sambil kutuang kopi ke lepek.

Segelas kopi sudah habis masuk ke mataku.
Deretan kalimat membanjiri daya tahuku.
Segera kutinggalkan perempuan berwajah gelisah,
dengan sorot mata, berharap aku kembali lagi.
Membuka lembaran buku yang tertumpuk rapi,
mendedahkan peta jalan kehidupan.

Malang, 28 April 2008



DENGAR

Dengar! Teriak-nya membela batu cadas
di persimpangan jalan terjal
dihimpit gedung-gedung dan pusat-pusat pesta fana.

Isak-nya tak ter-terasa lagi
tergilas mesin-mesin industri
kemanusiaan-nya mati berkeping-keping.

Dengar! Ruang mana…